PADANG | Di tengah puing bangunan dan jejak luka pascabencana yang masih membekas, Komunitas Peduli Islam Koto Tangah (KPIK) menghadirkan ruang penguatan batin melalui Tabligh Akbar bertajuk “KPIK Bangkit Pasca Bencana”. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 31 Januari 2026, bertempat di Kampung Apa Lubuk Rayo, Koto Panjang Ikua Koto, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, mulai pukul 09.00 WIB.
Tabligh Akbar ini dirancang bukan sekadar sebagai agenda keagamaan, melainkan sebagai ikhtiar kolektif untuk memulihkan mental dan spiritual masyarakat yang terdampak musibah. Di saat sebagian warga masih berjuang bangkit dari trauma, dakwah dihadirkan sebagai penopang jiwa dan penguat harapan.
Hadir sebagai penceramah utama, Abuya Zulkifli Muhammad Ali, ulama kharismatik yang dikenal luas dengan gaya dakwahnya yang tegas, menyejukkan, dan sarat pesan tauhid. Kehadirannya di tengah kawasan terdampak bencana menjadi simbol kepedulian ulama terhadap umat yang sedang diuji.
Dengan latar lokasi yang masih menyisakan kerusakan, tabligh ini diharapkan menjadi momentum muhasabah bersama. Jamaah diajak memaknai musibah bukan semata sebagai kesedihan, tetapi sebagai ujian keimanan dan jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Panitia pelaksana dari KPIK menegaskan bahwa kegiatan ini terbuka untuk umum dan mengundang seluruh lapisan masyarakat. Selain mendengarkan tausiah, tabligh ini juga menjadi sarana silaturahmi, mempererat ukhuwah, serta menumbuhkan kembali semangat kebersamaan yang sempat tergerus oleh bencana.
Tema “Bangkit Pasca Bencana” menjadi ruh utama kegiatan. Pesan-pesan dakwah akan menekankan pentingnya kesabaran, tawakal, serta ikhtiar nyata dalam menjalani kehidupan setelah musibah, baik secara spiritual maupun sosial.
Lebih dari sekadar ceramah, tabligh akbar ini juga membawa pesan kemanusiaan. KPIK mendorong tumbuhnya empati, kepedulian, dan semangat gotong royong sebagai fondasi utama pemulihan masyarakat pascabencana.
Pemilihan lokasi di jantung wilayah terdampak menjadi penegasan bahwa dakwah tidak boleh berjarak dengan realitas umat. Dari Lubuk Rayo, suara dakwah diharapkan menggema sebagai pengingat bahwa harapan selalu hadir, bahkan dari tempat yang paling terluka.
Masyarakat diimbau untuk hadir dengan tertib dan khusyuk, menjadikan tabligh ini sebagai ruang refleksi dan penguatan iman. Informasi lebih lanjut terkait kegiatan dapat diperoleh melalui Ulil Albab, Lc (0821 7004 0040) selaku narahubung.
Melalui Tabligh Akbar “KPIK Bangkit Pasca Bencana”, KPIK berharap lahir kembali keteguhan iman, kekuatan batin, dan tekad bersama untuk bangkit. Dari tengah keterbatasan, dakwah menjadi cahaya—menuntun umat menuju harapan dan masa depan yang lebih kuat.
Alz
0 Komentar