Padang. .Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Relawan Prabowo Indonesia Kuat (DPW REPRO) Sumatera Barat, Roni, mengecam keras dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum pelaku tambang emas ilegal terhadap seorang perempuan lanjut usia di Kabupaten Pasaman.
Roni menegaskan bahwa praktik tambang emas ilegal di Sumatera Barat sudah sangat meresahkan masyarakat dan menimbulkan kerusakan lingkungan serius di sejumlah kabupaten dan kota. Ia mendesak Kapolda Sumatera Barat untuk bertindak tegas dan tanpa kompromi terhadap para pelaku.
“Tambang emas ilegal ini bukan hanya merusak lingkungan, tetapi juga sudah memakan korban. Aparat penegak hukum tidak boleh kalah oleh pelaku kejahatan lingkungan,” tegas Roni.
Kasus penganiayaan tersebut menimpa Saudah (67 tahun), seorang warga yang menjadi korban kekerasan di tepi Sungai Batang Sibinail, Lubuk Aro, Nagari Padang Mentinggi Utara, Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman, pada Kamis malam (31/2/2025).
Menurut keterangan yang dihimpun, peristiwa bermula pada Kamis sore saat korban menegur pelaku agar menghentikan aktivitas penambangan emas ilegal di kawasan tersebut. Korban menilai aktivitas tambang telah semakin meluas dan bahkan sudah memasuki tanah milik warga di sekitar Sungai Batang Sibinail.
Namun, teguran tersebut justru berujung pada tindakan kekerasan terhadap korban yang sudah lanjut usia.
DPW REPRO Sumbar menilai kejadian ini sebagai bukti nyata kegagalan penertiban tambang ilegal, yang juga diduga menjadi salah satu penyebab bencana banjir yang belakangan melanda beberapa wilayah di Sumatera Barat.
Atas kejadian ini, DPW REPRO Sumbar secara resmi mendesak Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol Dr. Drs. Gatot Tri Suryanta, M.Si., CSFA, untuk:
Menangkap dan memproses hukum pelaku penganiayaan tanpa tebang pilih
Menutup seluruh aktivitas tambang emas ilegal di wilayah Sumatera Barat
Memberikan perlindungan hukum kepada masyarakat yang berani melawan tambang ilegal
“Hukum harus hadir untuk melindungi rakyat kecil, bukan justru membiarkan para perusak lingkungan dan pelaku kekerasan bebas berkeliaran,” tutup Roni.
TIM
0 Komentar