JAKARTA - Kemerdekaan Indonesia tidak cukup dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan, tetapi juga harus tercermin dari terbukanya akses masyarakat terhadap pendidikan, pekerjaan, kesejahteraan, dan kesempatan untuk berkembang.
Anggota Komisi VIII DPR RI, Lisda Hendrajoni, mengatakan, tantangan mengisi kemerdekaan saat ini diwujudkan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat.
Semangat kemerdekaan harus kita maknai lebih luas. Bukan hanya bebas dari penjajahan, tetapi bagaimana setiap warga negara memiliki kesempatan mendapatkan pendidikan, meningkatkan kesejahteraan dan berkembang secara mandiri,” ujar Lisda dalam refleksinya memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Rabu (19/8/2026).
Lisda juga menyoroti pentingnya pemberdayaan perempuan. Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis, baik dalam keluarga maupun perekonomian, termasuk melalui sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
“Ketika perempuan memiliki ilmu, pengetahuan dan keterampilan, mereka bisa mengambil peran lebih besar, termasuk dalam memperkuat ekonomi keluarga dan UMKM,” katanya.
Dia menilai pemberdayaan perempuan sejalan dengan amanat Pasal 33 UUD 1945 yang menempatkan perekonomian nasional untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat
Semangat kemerdekaan harus kita maknai lebih luas. Bukan hanya bebas dari penjajahan, tetapi bagaimana setiap warga negara memiliki kesempatan mendapatkan pendidikan, meningkatkan kesejahteraan dan berkembang secara mandiri,” ujar Lisda dalam refleksinya memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Rabu (19/8/2026).
Lisda juga menyoroti pentingnya pemberdayaan perempuan. Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis, baik dalam keluarga maupun perekonomian, termasuk melalui sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
“Ketika perempuan memiliki ilmu, pengetahuan dan keterampilan, mereka bisa mengambil peran lebih besar, termasuk dalam memperkuat ekonomi keluarga dan UMKM,” katanya.
Dia menilai pemberdayaan perempuan sejalan dengan amanat Pasal 33 UUD 1945 yang menempatkan perekonomian nasional untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat
Di tengah perkembangan teknologi, Lisda mendorong perempuan memperkuat pendidikan, keterampilan, dan literasi digital
Menurutnya, teknologi dan kecerdasan buatan (AI) dapat dimanfaatkan untuk memperluas pemasaran, meningkatkan produktivitas, serta membuka peluang ekonomi, khususnya bagi pelaku UMKM.
“Perempuan harus cerdas, kreatif, kritis dan inovatif. Kita tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat,” ujarnya.
Lisda menilai perempuan yang berpendidikan dan mandiri secara ekonomi turut memperkuat ketahanan keluarga serta membentuk generasi yang lebih siap menghadapi masa depan.
Dia juga mengaitkan pemberdayaan ekonomi perempuan dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, program tersebut dapat membuka ruang keterlibatan masyarakat dan pelaku usaha lokal dalam kegiatan ekonomi.
Lisda menegaskan, mengisi kemerdekaan saat ini bukan lagi melalui perjuangan bersenjata, melainkan dengan ilmu, kerja keras, inovasi, dan upaya meningkatkan kesejahteraan.
Para pahlawan dahulu berjuang dengan senjata untuk merebut kemerdekaan. Tugas kita sekarang adalah mengisi kemerdekaan dengan ilmu, kerja keras, inovasi dan membangun kesejahteraan,” katanya.
Ia berharap HUT ke-81 RI menjadi momentum memperkuat gotong royong sekaligus memastikan kemerdekaan memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat.
“Ketika perempuan maju, keluarga ikut maju, masyarakat ikut kuat dan pada akhirnya Indonesia juga semakin maju,” pungkasnya
Tras

0 Komentar